Semua orang ingin menjadi sukses, entah itu sebagai karyawan ataupun pengusaha. Karena blog ini membahas tentang usaha dan berbagai seluk beluknya, maka yang akan kita dalami di sini adalah mengenai kesuksesan dalam membangun bisnis atau usaha.

  Semua orang ingin menjadi sukses, entah itu sebagai karyawan ataupun pengusaha. Karena blog ini membahas tentang usaha dan berbagai seluk beluknya, maka yang akan kita dalami di sini adalah mengenai kesuksesan dalam membangun bisnis atau usaha.

Sebenarnya, tips sukses bisnis itu intinya sama, yang membedakan adalah pada aplikasi pelaksanaan. Karena tiap-tiap usaha memiliki model yang berbeda, ada bisnis rumahan, bisnis ibu rumah tangga, hingga bisnis online. Sehingga diperlukan penyesuaian terhadap tips sukses bisnis secara umum.

Pada dasarnya, tips sukses bisnis bisa dibagi dalam 4 tahap. Dimulai dengan tips persiapan usaha, penentuan harga jual, strategi usaha, serta kendala dan solusi memulai usaha.

Tips sukses bisnis*Persiapan usaha*

  1. Inovasi ide

    Anda harus bisa menemukan ide yang inovatif, ide yang baru, segar dan beda dari yang lain. Hal ini akan membuat bisnis yang anda jalankan cepat berkembang. Anda bisa mendapatkan inspirasi usaha dari yang sudah ada. Bisa juga dengan melihat potensi dari lingkungan sekitar.

  2. Rencana bisnis

    Setelah muncul ide, anda juga harus membuat rencana bisnis. Tulis dan gambarkan secara jelas tentang pelaksanaan ide anda. Dengan adanya rencana, langkah anda akan semakin mudah dan matang.

  3. Perekrutan karyawan

    Jangan tergesa-gesa untuk menemukan karyawan. Pastikan mereka terseleksi dengan baik sesuai standar dan rencana bisnis yang anda buat. Karyawan yang baik akan mendukung visi dan misi yang anda rencakan. Jadi, jangan sampai karyawan malah menghalangi visi misi tersebut.

  4. Menjadi yang terbaik

    Dalam merintis usaha, anda tidak boleh setengah-setengah. Harus dengan sekuat tenaga, terlebih usaha belum benar-benar jalan dan tersistem. Pastikan pelayanan yang baik pada semua pelanggan, karena dari sinilah usaha anda dapat menyebar dan berkembang.

*Penentuan harga jual*
  1. Tujuan usaha

    Sebelum menentukan harga jual, anda harus tahu tujuan usaha yang ingin dicapai. Apakah mendapatkan balik modal, keuntungan dengan presentase tertentu, arus kas yang lancar, menguasai pasar, dan lainnya. Dengan kejelasan tujuan ini, harga jual akan mudah ditentukan.

  2. Biaya produk

    Jangan lupa juga untuk menghitung biaya produksi. Mulai dari harga pokok pembelian, biaya pokok produksi, biaya pengembangan usaha dan lain-lainnya. Hal ini juga akan mempermudah penentuan harga jual. Tentukan harga jual sesuai target market. Jangan terlalu mahal, juga jangan terlalu murah. Harus tetap profit!

  3. Karakteristik produk

    Ini merupakan sifat dari produk anda. Bisa dilihat dari daya tahannya, kualitas, hingga porsi produk dalam pasar. Anda harus mengetahui benar karakter produk yang anda buat, karena hal ini juga akan berpengaruh pada harga jual.

*Strategi penjualan*
  1. Inovasi produk

    Kalau di atas ada inovasi ide, di sini ada inovasi produk. Produk yang tidak mengalami inovasi akan mudah digilas oleh pesaing di pasaran. Jadi, buatlah inovasi yang unik. 

  2. Lakukan quality control

    Quality control adalah usaha untuk memastikan bahwa produk yang diterima konsumen benar-benar berkualitas. Dalam hal ini, anda perlu melakukannya secara berkala.

  3. Evaluasi produk

    Anda bisa meminta konsumen untuk membantu anda dalam evaluasi produk. Minta masukan dari konsumen, apakah produk yang anda buat sudah sesuai dengan permintaan pasar atau belum.

  4. Analisis pesaing

    Seperti agen rahasia, kita juga perlu memata-matai produk pesaing. Tentu bukan untuk hal yang negatif. Tujuannya adalah sebagai masukan terhadap produk kita. Mungkin ada yang perlu ditambah. Sehingga kita tidak terlampaui jauh oleh pesaing.

  5. Pilih lokasi strategis

    Pilih tempat jualan yang sekiranya banyak terdapat orang-orang. Bisa di dekat kantor, kampus, mall, tempat nongkrong, rumah sakit dan lain sebagainya.

  6. Buat merk

    Merk disebut juga brand. Bila brand anda kuat, maka produk anda otomatis akan dicari konsumen. Sekarang coba, apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar kata “pasta gigi”? Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata “sepeda motor”?

    Mayoritas orang di tempat saya berpendapat bahwa pasta gigi itu ya pepsodent. Sedangkan motor itu ya honda. Padahal, itu hanya merk, brand. Namun karena brandingnya kuat, maka menjadilah mindset di pikiran. Itulah kekuatan merk.

  7. Evaluasi karyawan

    Jika ada evaluasi produk, adakan juga evaluasi karyawan. Karyawan anda harus di training(latih) agar bisa bekerja sesuai harapan. Setelah itu, jangan lupa juga untuk mengadakan evaluasi berkala terhadap karyawan-karyawan anda.

  8. Promosi besar-besaran

    Lakukan promosi yang masif (besar-besaran) terhadap usaha anda. Selain promosi secaraoffline, dengan spanduk, brosur, lakukan juga promosi secara online. Gunakan media sosial seperti facebook, twitter serta instagram untuk berpromosi. Jangan lupa juga untuk membuat website agar usaha terlihat lebih bonafif.

  9. Buat paket produk

    Isitlah lainnya adalah bundling produk. Lihatlah telkom yang membundling indie home dengan speedy. Sekarang pasang speedy sudah termasuk indie home, biarpun kita belum terlalu butuh atau malah tidak butuh indie home. Bundling produk dapat meningkatkan omset penjualan anda.

  10. Lihat segmen pasar

    Jika segmen dan karakteristik pasar dapat anda ketahui dengan baik, maka anda bisa menerapkan model penjualan tertentu. Misal jual banyak harga hemat atau jual sedikit harga premium.

  11. Buat iklan testimoni

    Testimoni konsumen akan mempengaruhi kepercayaan konsumen lain terhadap produk kita. Jika masih sulit menemukan konsumen pertama, anda bisa memberikan produk tester secara gratis untuk memperoleh testimoni konsumen.

  12. Tetapkan target penjualan

    Targetkan penjualan anda, apakah harian, mingguan, bulanan atau malah mingguan. Semuanya itu harus tertarget secara jelas.

  13. Diskon

    Terapkan potongan harga untuk event tertentu. Misal harga spesial hari kemerdekaan, ulang tahun toko, hingga ulang tahun konsumen.

  14. Buat database konsumen

    Database adalah sekumpulan data. Anda wajib membuat data para konsumen anda. Bisa dimulai dari nama, alamat, nomor telepon dan lainnya. Tentang pembuatan database pelanggan

  15. Apresiasi terhadap konsumen

    Berilah penghargaan terhadap konsumen yang telah berbelanja pada toko anda. Misal dengan memberikan suvenir atau tambahan produk lain. Hal ini penting untuk meningkatkan tambahan pelanggan.

  16. Evaluasi total

    Setelah evaluasi produk dan karyawan, anda juga perlu melaksanakan evaluasi terhadap seluruh kinerja yang telah anda lakukan. Hal ini akan mempermudah dalam menentukan strategi penjualan yang akan datang.

*Kendala dan solusi*
  1. Tekad

    Tekad yang kuat tentu bagus untuk memulai suatu usaha. Namun yang perlu diingat, tekad juga harus dibarengi dengan kemampuan. Hal ini akan memudahkan anda untuk mengatasi berbagai tantangan di masa mendatang.

    Untuk memiliki kemampuan dalam usaha yang anda inginkan, anda bisa belajar langsung kepada orang yang sudah sukses di bidang tersebut. Bisa juga dengan belajar melalui internet, majalah atau sumber lainnya.

  2. Takut bangkrut

    Perasaan ini wajar dialami oleh manusia. Namun juga tak lantas menyiutkan semangat untuk membangun usaha. Solusi dari ketakutan ini adalah dengan banyak belajar. Sama seperti di atas, anda harus banyak belajar dari orang-orang yang telah sukses di bidang tersebut.

    Tak hanya dari orang-orang sukses, anda juga harus belajar dari orang-orang yang gagal. Orang-orang yang gagal dan kemudian mampu bangkit kembali mengukir kesuksesan.

  3. Takut tidak bisa membagi waktu

    Hal ini biasanya dialami oleh pengusaha yang masih merangkap sebagai karyawan. Dengan kata lain sebagai usaha sampingan karyawan. Memang benar jika menjadi karyawan sekaligus pengusaha, anda akan menjalani hari-hari yang super sibuk!

    Namun tak lantas hal tersebut menjadi halangan. Usaha sampingan karyawan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan karyawan. Sebagai solusi, anda harus bisa melakukan manajemen waktu yang baik.

    Misalnya hari Senin – Jum’at untuk urusan kantor. Anda harus komitmen dan berusaha sebaik mungkin mengerjakan tugas-tugas kantor di hari tersebut. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu adalah waktunya untuk fokus pada bisnis. Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

    Pembagian waktu ini haruslah tegas. Jangan ada korupsi waktu! Anda harus disiplin dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap waktu-waktu yang telah anda bagi.

    Lantas, kapan liburnya?  Untuk masa-masa merintis bisnis, anda harus merelakan waktu libur di hari sabtu dan minggu. Toh ini tidak selamanya. Jika bisnis yang anda jalankan sudah tersistem dengan baik, anda bisa meninggalkannya dan mendelegasikan pada orang-orang yang tepat.

    Dengan begitu, anda akan kembali memiliki waktu libur di hari sabtu dan minggu. Namun yang perlu diingat, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan komitmen serta disiplin yang tinggi. Anda harus memiliki motivasi untuk selalu semangat menjalaninya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Sumber : peluangusahaterbaruku.com

YOUR REACTION?

Facebook Conversations